Hermawan, Mochamad Rizqy Putra (2026) RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN DETEKSI INDIKASI AWAL PENCURIAN KABEL GROUNDING BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT). Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.
COVER SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Download (188kB)
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Download (471kB)
ABSTRAK SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Download (208kB)
BAB 1 SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Download (252kB)
BAB 2 SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Download (602kB)
BAB 3 SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (880kB)
BAB 4 SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB 5 SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (262kB)
DAFTAR PUSTAKA SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Download (189kB)
SKRIPSI 202211006 MOCHAMAD RIZQY PUTRA HERMAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Abstract
Sistem pembumian (grounding) merupakan bagian penting pada instalasi listrik yang berfungsi sebagai pengamanan terhadap gangguan listrik. Kerusakan atau terputusnya kabel grounding dapat menyebabkan perubahan kondisi pembumian sehingga diperlukan sistem monitoring dan peringatan dini. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring dan deteksi indikasi awal pencurian kabel grounding berbasis Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor ACS712 untuk membaca arus, ZMPT101B untuk membaca tegangan, radar mmWave HLK-LD2410C untuk mendeteksi aktivitas di sekitar area grounding, ESP32 sebagai pusat pengolahan data, serta ESP32-CAM untuk mengambil gambar kondisi area pemantauan. Nilai tegangan dan arus diolah untuk memperoleh nilai tahanan pembumian, kemudian dikombinasikan dengan hasil deteksi radar untuk menentukan kondisi sistem. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata error sensor ACS712 sebesar 2,75%, ZMPT101B sebesar 2,21%, dan pengukuran tahanan pembumian sebesar 2,62% dibandingkan dengan earth tester. sistem mampu membedakan kondisi pembumian baik, gangguan grounding, dan open circuit. Sensor radar mampu mendeteksi manusia bergerak pada rentang pengujian 0,5–2,5 meter. Berdasarkan kombinasi kondisi pembumian dan hasil deteksi radar, sistem mampu menghasilkan empat status, yaitu Normal, Waspada, Gangguan Grounding, dan Indikasi Awal Pencurian. Pengiriman pesan melalui Telegram berhasil dilakukan pada seluruh percobaan dengan rata-rata waktu respons 2,70 detik, sedangkan pengiriman foto melalui ESP32-CAM memiliki rata-rata waktu respons 2,97 detik. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu melakukan monitoring kondisi grounding, menentukan status sistem, serta memberikan peringatan dini melalui alarm lokal dan Telegram sesuai dengan kondisi pengujian.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Internet of Things, Grounding, ESP32, HLK-LD2410C, Telegram |
| Subjects: | Bidang Keilmuan > Electrical Engineering Bidang Keilmuan > Internet of Things Bidang Keilmuan > Monitoring Skripsi Bidang Keilmuan > Teknik Elektro |
| Divisions: | Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Mr Mochamad Rizqy Putra Hermawan |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 06:49 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 06:49 |
| URI: | https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/7103 |
