Sihombing, Sabastian H and Qosim, Muchamad Nur (2026) SIMULASI PENGARUH VARIASI BEBAN TERHADAP RUGI-RUGI DAYA DAN JATUH TEGANGAN PADA TRANSFORMATOR 1 MVA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ETAP VERSI 19.0.1. Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.
COVER.pdf
Download (132kB)
LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (311kB)
ABSTRAK.pdf
Download (215kB)
BAB I.pdf
Download (217kB)
BAB II.pdf
Download (401kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (400kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (457kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (216kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (179kB)
SKRIPSI 202311607 SABASTIAN H. SIHOMBING.pdf
Restricted to Registered users only
Download (985kB)
Abstract
Transformator distribusi memegang peran esensial dalam menyalurkan energi listrik ke instalasi konsumen. Dalam operasionalnya, transformator selalu dihadapkan pada fluktuasi penarikan beban yang memengaruhi stabilitas kinerjanya. Peningkatan beban yang ekstrem akan memicu lonjakan rugi-rugi daya yang berdampak pada panas berlebih (thermal stress). Jika batas toleransi termal terlampaui, kekuatan material isolasi di dalam transformator akan terdegradasi, yang pada akhirnya berpotensi memicu kegagalan sistem secara menyeluruh. Mengingat pengujian kerusakan isolasi secara langsung di lapangan memiliki risiko tinggi, diperlukan analisis preventif yang komprehensif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi pembebanan terhadap profil jatuh tegangan, rugi daya aktif, serta tingkat keamanan operasi pada transformator 1 MVA. Eksperimen komputasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) versi 19.0.1 sebagai instrumen pendukung keputusan (decision support tool). Simulasi Load Flow Analysis dieksekusi dengan lima skenario pembebanan (25%, 50%, 75%, 100%, dan 120%). Data luaran dari ETAP kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tidak langsung melalui pemodelan matematis termal berdasarkan standar kelistrikan internasional IEEE C57.91 dan IEC 60076-7.
Hasil simulasi menunjukkan adanya korelasi eksponensial antara beban dan rugi daya. Pada beban 25%, rugi daya terukur minim sebesar 0,9 kW dengan jatuh tegangan 0,93%. Namun, pada kondisi overload 120%, rugi daya melonjak drastis hingga 21,0 kW dengan jatuh tegangan mencapai 4,66%. Angka deviasi rugi daya sebesar 45,8% dari kondisi nominalnya bertindak sebagai indikator awal anomali termal. Berdasarkan analisis perhitungan model termal, rugi daya ekstrem tersebut terbukti memicu kenaikan suhu hot-spot pada belitan hingga mencapai 131,33 °C. Suhu yang melampaui batas standar desain ini menyebabkan laju penuaan isolasi (Factor of Accelerated Aging) berlangsung 7,89 kali lebih cepat, dan memicu susut umur operasional (Loss of Life) sebesar 23,67 jam untuk setiap 3 jam kondisi overload. Kesimpulannya, pembebanan berlebih terbukti secara matematis mempercepat degradasi isolasi akibat tekanan termal tinggi, sehingga pengoperasian transformator pada titik marjinal tersebut sangat tidak direkomendasikan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ETAP 19.0.1, IEC 60076-7, Jatuh Tegangan, Rugi Daya, Suhu Hot-Spot, Transformator 1 MVA |
| Subjects: | Bidang Keilmuan > Electrical Engineering Skripsi Bidang Keilmuan > Teknik Elektro Bidang Keilmuan > Transformer |
| Divisions: | Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Fakultas Ketenagalistrikan Dan Energi Terbarukan |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 04:19 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 04:20 |
| URI: | https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/7402 |
