Saputra, Syaifullah (2026) ANALISIS KEGAGALAN MATERIAL PLATE HEAT EXCHANGER PADA LUBE OIL COOLER TURBIN GAS DI PLTGU MUARA KARANG BLOK 2. Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.
Syaifullah Yusuf S_202212523_COVER.pdf
Download (170kB)
Syaifullah Yusuf S_202212523_LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (525kB)
Syaifullah Yusuf S_202212523_ABSTRAK.pdf
Restricted to Registered users only
Download (212kB)
Syaifullah Yusuf S_202212523_BAB I.pdf
Download (312kB)
Syaifullah Yusuf S_202212523_BAB II.pdf
Download (603kB)
Syaifullah Yusuf S_202212523_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (835kB)
Syaifullah Yusuf S_202212523_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Syaifullah Yusuf S_202212523_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (349kB)
Syaifullah Yusuf S_202212523_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (259kB)
SYAIFULLAH YUSUF SAPUTRA_202212523_REVISI SETELAH SIDANG AKHIR.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini membahas kegagalan pelat SUS 316 pada Plate Heat Exchanger (PHE) sistem lube oil cooler turbin gas. Kegagalan ditandai oleh perforasi lokal yang mengganggu fungsi pemisahan antara minyak pelumas dan media pendingin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik kerusakan, kesesuaian material, mekanisme kegagalan, serta faktor penyebab dominan. Metode yang digunakan meliputi inspeksi visual, pengukuran ketebalan, PMI-OES, metalografi, SEM-EDS, pengujian kekerasan, diagram fishbone, FTA, RCA, dan FMEA. Hasil PMI-OES menunjukkan bahwa profil unsur mayor pelat normal dan pelat rusak sangat mirip dan secara umum konsisten dengan stainless steel tipe 316. Namun, penyimpangan beberapa unsur terhadap rentang nominal memerlukan verifikasi sebelum kepatuhan penuh terhadap komposisi SUS 316 dapat dinyatakan. Hasil SEM-EDS menunjukkan peningkatan kandungan O serta terdeteksinya unsur Cl dan Na pada area korosi, yang konsisten dengan oksidasi permukaan dan keterlibatan lingkungan yang mengandung klorida. Mekanisme yang paling didukung oleh bukti adalah pitting-dominated localized corrosion, dengan kondisi celah atau stagnansi sebagai faktor pemercepat. Under-deposit corrosion merupakan mekanisme yang mungkin, tetapi belum dapat dikonfirmasi karena kondisi deposit asli tidak terdokumentasi. RCA menunjukkan bahwa penyebab langsung kegagalan adalah kehilangan dinding lokal hingga terbentuk perforasi, dengan pitting corrosion sebagai mekanisme dominan serta lingkungan yang mengandung klorida, geometri celah atau stagnasi, kemungkinan deposit, dan paparan operasi sebagai faktor kontribusi. Dengan demikian, kegagalan pelat PHE lebih dominan dipengaruhi oleh lingkungan yang mengandung klorida, geometri celah atau stagnasi, kemungkinan deposit, dan paparan operasi dibandingkan oleh ketidaksesuaian material.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SUS 316, PHE, korosi lokal, pitting corrosion, RCA. |
| Subjects: | Bidang Keilmuan > Fault Analysis Bidang Keilmuan > Failure Analysis Bidang Keilmuan > Heat Exchanger Bidang Keilmuan > Mechanical Engineering Bidang Keilmuan > Power Plant Skripsi Bidang Keilmuan > Teknik Mesin |
| Divisions: | Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | Calvin Genio Fisabilli |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:37 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:37 |
| URI: | https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/7435 |
