Jatnika, Rangga and Arifin, Zainal and Batih, Hakimul (2015) Studi Mitigasi Kenaikan Arus Hubung Singkat di Subsistem Muarakarang dengan Rekonfigurasi Jaringan dan Pemasangan Fault Current Limiter. Diploma thesis, IT PLN.
Tesis Final - Rangga Jatnika 202210530 - Studi Mitigasi Kenaikan Arus Hubung Singkat di Subsistem Muarakarang FULL.pdf
Restricted to Registered users only
Download (12MB)
Abstract
Pertumbuhan instalasi kelistrikan dan looping jaringan pada subsistem yang besar seperti subsistem Muarakarang, memiliki konsekuensi adanya kenaikan arus hubung singkat yang diperkirakan akan mendekati atau bahkan melampaui kemampuan short circuit withstand dari peralatan seperti pemutus tenaga (PMT), pemisah (PMS), dan busbar yang dapat menyebabkan kerusakan. Pada tahun 2023, terjadi gangguan di GIS 150 kV Muarakarang Baru berupa tripnya Busbar-A 150 kV dengan temuan kondisi Pmt 5A7 breakdown. Berdasarkan hasil investigasi, diketahui bahwa nilai arus hubung singkat ketika terjadi gangguan bernilai tinggi, di atas 50 kA. Tingginya arus hubung singkat tersebut dikaitkan dengan kondisi subsistem Muarakarang yang cukup besar dan jumlah Gardu Induk yang banyak. Diperlukan strategi dalam memitigasi tingginya arus hubung singkat (Ihs) untuk menghindari terjadinya gangguan meluas dan breakdown peralatan. Pada penelitian ini dikaji dua strategi, yaitu rekonfigurasi jaringan dengan splitting subsistem dan pemasangan peralatan pembatas arus gangguan atau Fault Current Limiter (FCL). Simulasi yang dilakukan menggunakan DigSilent, dengan analisis aliran daya dan analisis hubung singkat dari semua opsi skenario pada tiap strategi tersebut. Dari hasil simulasi, diperoleh data bahwa strategi rekonfigurasi jaringan dengan splitting lebih berpengaruh dalam penurunan arus hubung singkat, baik 1 fasa ke tanah maupun 3 fasa. Adapun skenario yang berhasil menurunkan arus hubung singkat dengan jumlah busbar yang nilai Ihs di atas 40 kA (rata-rata nilai breaking capacity PMT) paling sedikit adalah splitting pada PMT Kopel-1 & 2 GI Durikosambi dan SKTT Muarakarang Baru – Muarakarang Lama 1,2, yakni sebanyak 3 GI. Pada strategi pemasangan FCL, diperoleh data penurunan arus hubung singkat paling signifikan saat FCL dipasang di ruas Muarakarang Baru – Muarakarang Lama, dengan jumlah busbar yang nilai Ihs di atas 40 kA sebanyak 7 GI.
The growth of electrical installations and network looping in large subsystems such as the Muarakarang subsystem has resulted in an increase in short-circuit currents that are expected to approach or even exceed the short-circuit withstand capacity of equipment such as circuit breakers (PMT), disconnectors (PMS), and busbars, which can cause damage. In 2023, a disturbance occurred at the 150 kV Muarakarang Baru GIS, resulting in the tripping of the 150 kV Busbar-A, with findings indicating a breakdown of the Pmt 5A7 circuit breaker. Based on the investigation results, it was found that the short-circuit current value during the outage was high, exceeding 50 kA. The high short-circuit current was attributed to the large size of the Muarakarang subsystem and the numerous substations. A strategy is needed to mitigate the high short-circuit current (Ihs) to prevent widespread outages and equipment breakdowns. In this study, two strategies were examined: network reconfiguration with subsystem splitting and the installation of fault current limiters (FCLs). Simulations were conducted using DigSilent, with power flow analysis and short-circuit analysis of all scenario options for each strategy. From the simulation results, it was found that the network reconfiguration strategy with splitting was more effective in reducing short-circuit currents, both single-phase to ground and three-phase. The scenario that successfully reduced short-circuit current with the fewest number of busbars having an Ihs value above 40 kA (average breaking capacity of PMT) was splitting at PMT Kopel-1 & 2 GI Durikosambi and SKTT Muarakarang Baru – Muarakarang Lama 1,2, totaling 3 GI. In the FCL installation strategy, the most significant reduction in short-circuit current was achieved when FCL was installed on the Muarakarang Baru – Muarakarang Lama section, with a total of 7 GI busbars having an Ihs value above 40 kA.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | short-circuit current, network reconfiguration, splitting, Fault Current Limiter (FCL) arus hubung singkat, rekonfigurasi jaringan, splitting, Fault Current Limiter (FCL) |
| Subjects: | Bidang Keilmuan > Teknik Elektro Thesis |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Sutrisno |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 07:23 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 07:23 |
| URI: | https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/5006 |
