Devrian, Rian and Assagaf, Aminullah and Ibrahim, Ali Herman (2026) STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ATAP UNTUK ELEKTRIFIKASI KERETA REL LISTRIK JALUR JAKARTA-SURABAYA. Masters thesis, Institut Teknologi PLN.
COVER_TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Download (114kB)
ABSTRAK_TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Download (182kB)
BAB I_TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Download (298kB)
BAB II_TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Download (433kB)
BAB III_TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB IV_TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V_TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (192kB)
DAFTAR PUSTAKA_TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Download (198kB)
TESIS_202310525_RIAN DEVRIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Kereta api memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sekaligus menawarkan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dibandingkanalternatif lainnya. Namun, elektrifikasi jalur kereta di In donesia masih bergantung pada energi fosil. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap untuk mendukung elektrifikasi Kereta Rel Listrik (KRL) lintasan Jakarta-Surabaya melalui analisis kesesuaian teknis dan finansial. Kajian teknis dilakukan dengan menghitung rata-rata iradiasi matahari berdasarkan data dari NASA yaitu sebesar 56,459 kWh/m². Sedangkan estimasi luas atap pada bangunan pemerintahan di 14 kota sepanjang jalur, dengan asumsi pemanfaatan 25% dari total atap didapatkan sebesar 652578,3 m2, sehingga menghasilkan daya sebesar 482,68 MW per hari. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk menunjang operasi Kereta Rel Listrik (KRL) semi cepat tipe TEMU 2000 Series dengan kebutuhan energi harian 81,2 MW. Aspek finansial dianalisis menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rateof Return (IRR), dan Payback Period (PP) pada skenario tingkat diskonto 10%, 12%, dan 14%. Perhitungan menunjukkan semua tipe kereta belum mendapatkan nilai yang dikarenakan pada NPV seluruhnya menhasilkan nilai negatif pada seluruh skenario, BCR pun < 1, IRR pun memilki nilai negatif dan periode pengembalian pada keseluruhan skenario memilki waktu lebih dari 25 tahun. Dengan demikian, implementasi PLTS atap pada elektrifikasi jalur Jakarta–Surabaya dinilai layak secara teknis namun tidak secara finansial, sehingga menjadi hal yang tidak dapat diimplementasikan secara ekonomi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Elektrifikasi jalur kereta, Jakarta–Surabaya, PLTS atap, studi kelayakan |
| Subjects: | Bidang Keilmuan > Bisnis Energi Bidang Keilmuan > Solar Electricity Thesis |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Mr DEVRIAN RIAN |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 01:25 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 01:25 |
| URI: | https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/5351 |
