Optimasi Tekno-Ekonomi Pengembangan Sistem Pembangkit Hibrid Eksisting Menggunakan Multi Tools (Studi Kasus: Pulau Sebira)

ADI, HARI PURNOMO and Arifin, Zainal (2026) Optimasi Tekno-Ekonomi Pengembangan Sistem Pembangkit Hibrid Eksisting Menggunakan Multi Tools (Studi Kasus: Pulau Sebira). Masters thesis, Institut Teknologi PLN.

[thumbnail of 1 Cover.pdf] Text
1 Cover.pdf

Download (166kB)
[thumbnail of 2 Lembar Pengesahan.pdf] Text
2 Lembar Pengesahan.pdf

Download (365kB)
[thumbnail of 3 Abstrak.pdf] Text
3 Abstrak.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of 4 Bab 1.pdf] Text
4 Bab 1.pdf

Download (350kB)
[thumbnail of 5 Bab 2.pdf] Text
5 Bab 2.pdf

Download (594kB)
[thumbnail of 6 Bab 3.pdf] Text
6 Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of 7 Bab 4.pdf] Text
7 Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (666kB)
[thumbnail of 8 Bab 5.pdf] Text
8 Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB)
[thumbnail of 9 Daftar Pustaka.pdf] Text
9 Daftar Pustaka.pdf

Download (186kB)
[thumbnail of 10 Tesis Lengkap.pdf] Text
10 Tesis Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 mendorong dekarbonisasi mikrogrid berbasis diesel di pulau terpencil, di mana biaya bahan bakar tinggi dan keandalan menjadi tantangan. Pulau Sebira, pulau berpenghuni paling utara Jakarta, saat ini mengoperasikan sistem hibrid PV–baterai–diesel. Berdasarkan pengukuran lapangan tahun 2024, penelitian ini memodelkan aset eksisting menggunakan PVsyst untuk memperoleh profil energi PV yang akurat, kemudian melakukan optimasi teknis-ekonomi dengan HOMER Pro. Tiga skenario dianalisis: (i) sistem saat ini, (ii) ekspansi biaya optimal, dan (iii) fraksi energi terbarukan 100%. Konfigurasi optimal menambahkan PV ground-mounted 158,4 kWp, PV terapung 211,2 kWp, dan baterai Li-ion 1.325 kWh, menurunkan Levelized Cost of Energy (LCOE) menjadi Rp 4.879,36/kWh (turun 20% dibanding sistem eksisting), mengurangi konsumsi diesel ±141 kL/tahun, dan menekan emisi CO₂ ±372 ton/tahun serta memenuhi beban 833.872 kWh/tahun. Skenario 100% energi terbarukan secara teknis memungkinkan, tetapi memerlukan tambahan PV 1.425,6 kWp dan baterai 5.875 kWh, dengan LCOE meningkat menjadi Rp 10.938,06/kWh. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemodelan untuk pengembangan pembangkit hibrid untuk mencapai LCOE terendah serta memberikan panduan praktis pengembangan energi bersih di pulau kecil. Implikasi kebijakan menyoroti peran PV terapung saat lahan terbatas untuk pengembangan sistem hibrid eksisting.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Hibrid microgrid; solar PV; sistem penyimpanan energi baterai; optimasi tekno-ekonomi; HOMER Pro; PVsyst; PLTS terapung
Subjects: Bidang Keilmuan > Hybrid Power Plant
Bidang Keilmuan > Renewable Energy
Thesis
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Teknik Elektro
Depositing User: Mr Adi Hari Purnomo
Date Deposited: 02 Mar 2026 01:29
Last Modified: 02 Mar 2026 01:29
URI: https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/5363

Actions (login required)

View Item
View Item