Allo, Moses and Adi, Tri Wahyu (2026) KAJIAN EKONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID BERBASIS ENERGI TERBARUKAN UNTUK ENERGI YANG BERKELANJUTAN DI PULAU LEGUNDI. Masters thesis, Institut Teknologi PLN.
TESIS_202310083_MOSESALLO-COVER.pdf
Download (169kB)
TESIS_202310083_MOSESALLO-BAB1.pdf
Download (348kB)
TESIS_202310083_MOSESALLO-BAB2.pdf
Download (453kB)
TESIS_202310083_MOSESALLO-DAFTAR PUSTAKA (1).pdf
Download (238kB)
TESIS_202310083_MOSESALLO-BAB3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (428kB)
TESIS_202310083_MOSESALLO-BAB4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (948kB)
TESIS_202310083_MOSESALLO-BAB5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (208kB)
TESIS_202310083_MOSESALLO.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menanggapi permasalahan tingginya biaya pokok produksi
listrik di Pulau Legundi yang saat ini dilayani oleh PLTD isolated berkapasitas terpasang
250 kW dan daya mampu 200 kW, dengan beban puncak rata-rata 61,74 kW, konsumsi
energi sekitar 19.927 kWh per bulan, serta BPP mencapai Rp 9.749/kWh. Sistem
eksisting menghasilkan konsumsi BBM tahunan ±188.340 liter sehingga menimbulkan
biaya operasional yang tinggi dan ketergantungan penuh pada pasokan diesel. Penelitian
ini bertujuan menganalisis keekonomian dan menentukan konfigurasi optimal sistem
pembangkit hybrid berbasis diesel, surya dan hidrogen. Hasil simulasi menunjukkan
bahwa tiga skema yang dianalisis sama-sama layak diimplementasikan, dengan performa
ekonomi berbeda. Skema PLTD–PLTS menghasilkan NPV Rp 1.706.772.081,95, IRR
9,99%, dan Payback Period 9 tahun; skema PLTD–PLTH₂ menghasilkan NPV
- Rp 2.046.708.660,07, IRR 3,07% dan Payback Period 15 tahun; sedangkan skema
kombinasi PLTD–PLTS–PLTH₂ memberikan NPV terendah sebesar
- Rp 4.483.467.322,38, IRR 3,14% dengan Payback Period terpanjang yaitu 16 tahun.
Berdasarkan perhitungan NPC, skema PLTD - PLTS menjadi yang paling efisien dengan
total biaya Rp 20.442.624.397, lebih rendah dibanding skema PLTD – PLTH2
Rp 23.749.365.572 dan skema kombinasi PLTD – PLTS – PLTH2 sebesar
Rp 25.694.916.020. Berdasarkan hasil perhitungan, skema PLTD–PLTS 150 kW
menghasilkan nilai NPC terendah, yaitu sebesar Rp 22.835.387.530 dengan LCOE
sebesar Rp 4.537/kWh, sehingga menjadi opsi paling efisien dari sisi total biaya investasi.
Sementara itu, skema PLTD–PLTH₂ 75 kW memiliki LCOE sebesar Rp 5.211/kWh, yang
masih kompetitif namun lebih tinggi dibandingkan konfigurasi PLTD–PLTS. Adapun
skema PLTD–PLTH₂ 75 kW–PLTS 150 kW menunjukkan nilai NPC tertinggi, dengan
LCOE juga tertinggi sebesar Rp 5.703/kWh, sehingga kurang optimal dari sisi biaya
energi jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa skema PLTD–PLTS 150 kW
merupakan pilihan terbaik secara finansial, baik dari sisi investasi maupun biaya energi
listrik yang dihasilkan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | biaya energi, hidrogen, hybrid, optimalisasi, surya |
| Subjects: | Bidang Keilmuan > Economic Analysis Bidang Keilmuan > Energi Terbarukan Thesis |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Mr Allo Moses |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 01:33 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 01:33 |
| URI: | https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/5602 |
