ANALISIS PENURUNAN SUSUT NON TEKNIS DLPD MAX AKIBAT PEMAKAIAN KWH YANG MELEBIHI 720 JAM NYALA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DI PLN UP3 MARUNDA

Alfiyah. MR, Muthia and Pramono, Tri Joko (2026) ANALISIS PENURUNAN SUSUT NON TEKNIS DLPD MAX AKIBAT PEMAKAIAN KWH YANG MELEBIHI 720 JAM NYALA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DI PLN UP3 MARUNDA. Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (221kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (428kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (321kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (448kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (951kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (216kB)
[thumbnail of SKRIPSI 202311614 MUTHIA ALFIYAH. MR.pdf] Text
SKRIPSI 202311614 MUTHIA ALFIYAH. MR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Akurasi alat ukur merupakan instrumen krusial dalam menjamin reliabilitas pendapatan di PT
PLN (Persero) UP3 Marunda. Penelitian ini berfokus pada efektivitas analisis penurunan susut
non teknis jumlah Daftar Pelanggan Perlu Diperhatikan (DLPD) yang laporan pencatatan data
pemakain listriknya masuk dalam kategori Max sebagai strategi preventif untuk mengamankan
kWh meter dari kondisi Stopper 720 Jam Nyala. Fenomena Stopper 720 Jam terjadi ketika
pemakaian energi pelanggan menyentuh batas maksimal kapasitas daya selama satu bulan penuh
(24 jam x 30 hari), yang sering kali mengindikasikan ketidaksesuaian antara daya kontrak dengan
beban real di lapangan.
Permasalahan utama yang diangkat adalah tingginya angka DLPD Max yang berisiko merusak
komponen internal kWh meter akibat beban berlebih (overload) secara terus-menerus, serta
adanya potensi energi tidak tertagih karena keterbatasan akurasi pengukuran pada titik jenuh.
Metodologi yang digunakan meliputi identifikasi data pelanggan melalui sistem Aplikasi Terpusat
(APKT), verifikasi lapangan untuk pengecekan teknis, serta evaluasi kesesuaian beban
pelanggan. Langkah korektif yang dilakukan mencakup penyeimbangan beban, penggantian kWh
meter yang mengalami degradasi fungsi, hingga edukasi pelanggan untuk melakukan proses
Penambahan Daya (PD).
Hasil analisis menunjukkan bahwa penurunan jumlah DLPD Max secara signifikan mampu
meminimalisir kegagalan teknis pada alat pengukur dan mematikan titik potensi losses nonteknis. Dengan menurunkan populasi pelanggan yang menyentuh batas Stopper 720 Jam, PLN
UP3 Marunda berhasil mengonversi anomali pemakaian menjadi peluang peningkatan
pendapatan melalui pertumbuhan sales kWh dan biaya penyambungan dari proses naik daya.
Kesimpulannya, manajemen DLPD Max yang proaktif bukan hanya sekadar upaya pemeliharaan
aset, melainkan strategi strategis dalam aspek Revenue Assurance untuk memastikan setiap energi
yang tersalurkan terukur secara akurat dan tertagih secara maksimal.
Kata Kunci: DLPD Max, kWh Meter, Stopper 720 Jam, UP3 Marunda, Revenue Assurance, Susut Non-Teknis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: DLPD Max, kWh Meter, Stopper 720 Jam, UP3 Marunda, Revenue Assurance, Susut Non-Teknis.
Subjects: Bidang Keilmuan > Electrical Engineering
Skripsi
Bidang Keilmuan > Teknik Elektro
Divisions: Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan > S1 Teknik Elektro
Depositing User: Mrs Alfiyah. MR Muthia
Date Deposited: 05 Mar 2026 03:10
Last Modified: 05 Mar 2026 03:13
URI: https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/5701

Actions (login required)

View Item
View Item