KLASIFIKASI CUACA EKSTREM MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING LSTM

Bantoto, Renny Amelia and Haris, Abdul (2026) KLASIFIKASI CUACA EKSTREM MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING LSTM. Diploma thesis, Insititut Teknologi PLN.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (137kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan.pdf] Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (484kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (277kB)
[thumbnail of Bab I.pdf] Text
Bab I.pdf

Download (198kB)
[thumbnail of Bab II.pdf] Text
Bab II.pdf

Download (635kB)
[thumbnail of Bab III.pdf] Text
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (600kB)
[thumbnail of Bab IV.pdf] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (519kB)
[thumbnail of Bab V Kesimpulan.pdf] Text
Bab V Kesimpulan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (146kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of SKRIPSI 202211037 RENNY AMELIA BANTOTO.pdf] Text
SKRIPSI 202211037 RENNY AMELIA BANTOTO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Perubahan iklim yang semakin dinamis meningkatkan frekuensi kejadian cuaca ekstrem seperti hujan lebat, suhu tinggi, dan angin kencang yang berdampak pada berbagai sektor. Oleh karena itu, diperlukan sistem klasifikasi yang mampu mengidentifikasi kondisi cuaca secara lebih akurat berdasarkan pola temporal. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kondisi cuaca mingguan ke dalam tiga kategori, yaitu Normal, Sedang, dan Ekstrem, menggunakan metode Long Short-Term Memory (LSTM) berbasis data time series dari Automatic Weather Station (AWS). Data yang digunakan meliputi curah hujan, suhu, dan kecepatan angin. Tahap pra-pemrosesan mencakup pembentukan timestamp, pembersihan data, interpolasi nilai yang hilang, serta agregasi data dari skala harian ke mingguan. Penentuan kondisi cuaca ekstrem dilakukan berdasarkan ambang batas yang mengacu pada kriteria Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yaitu curah hujan ≥ 50 mm/24 jam, kecepatan angin > 12,86 m/s, serta peningkatan suhu harian sebesar ≥ 3°C dibandingkan rata-rata suhu bulanan setempat. Label mingguan ditentukan berdasarkan kondisi maksimum dalam satu minggu. Data dibagi menggunakan metode time-based split dengan komposisi 80% sebagai data pelatihan dan 20% sebagai data pengujian. Model LSTM dibangun dengan panjang sekuens delapan minggu (lookback = 8) dan menggunakan fungsi aktivasi softmax untuk klasifikasi multikelas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model mencapai akurasi sebesar 86%. Nilai precision dan recall untuk kelas Normal masing-masing sebesar 0,94 dan 0,85, sedangkan kelas Ekstrem menunjukkan recall sebesar 0,86 dan precision sebesar 0,67. Secara keseluruhan, model mampu menangkap pola temporal kondisi cuaca dan menunjukkan performa yang baik dalam mengklasifikasikan kondisi cuaca ekstrem berbasis ambang batas operasional.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: LSTM, klasifikasi cuaca, cuaca ekstrem, BMKG, time series, agregasi mingguan, precision, recall, F1-score.
Subjects: Skripsi
Bidang Keilmuan > Teknik Informatika
Divisions: Fakultas Telematika Energi > S1 Teknik Informatika
Depositing User: mrs Amelia Bantoto Renny
Date Deposited: 06 Mar 2026 06:55
Last Modified: 06 Mar 2026 06:55
URI: https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/5790

Actions (login required)

View Item
View Item