Irawan, Guntur (2026) PENURUNAN PEMBEBANAN PADA PENYULANG GONDANGREJO DENGAN METODE PECAH BEBAN DI PT PLN. (PERSERO) ULP SUMBERLAWANG. Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.
1. COVER GUNTUR RANJI.pdf
Download (34kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN GUNTUR RANJI.pdf
Download (181kB)
3. ABSTRAK GUNTUR RANJI IRAWAN.pdf
Download (130kB)
4. BAB 1 GUNTUR RANJI IRAWAN.pdf
Download (35kB)
5. BAB 2 GUNTUR RANJI IRAWAN.pdf
Download (500kB)
6. BAB 3 GUNTUR RANJI IRAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (176kB)
7. BAB 4 GUNTUR RANJI IRAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (990kB)
8. BAB 5 GUNTUR RANJI IRAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (75kB)
9. DAFTAR PUSTAKA GUNTUR RANJI IRAWAN.pdf
Download (89kB)
10. TUGAS AKHIR LENGKAP GUNTUR RANJI IRAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pembebanan penyulang Gondangrejo 9 (GDO09) dan Gondangrejo 7 (GDO07), mengetahui kebutuhan pecah beban sebesar 60 A, mengevaluasi perubahan profil arus setelah redistribusi beban, dan merencanakan pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sebagai pendukung manuver beban di PT PLN (Persero) ULP Sumberlawang. Berdasarkan data pengukuran periode Juli–September 2025, pembebanan GDO09 pada siang hari berada pada kisaran 56 hingga 62% dan meningkat pada beban puncak malam hari hingga 76 hingga 83%, sehingga melampaui batas pembebanan 80% sesuai SPLN 17:1979. Sebaliknya, pembebanan GDO07 masih berada pada kisaran 35 hingga 45%, menunjukkan adanya kapasitas cadangan yang dapat dimanfaatkan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan perhitungan arus rata-rata dan persentase pembebanan terhadap kapasitas PMT 480 A. Selanjutnya, dilakukan pecah beban sebesar ±60 A (≈12,5% dari kapasitas PMT) dari GDO09 ke GDO07 melalui pembangunan JTM baru sepanjang ±950 meter menggunakan 18 tiang dan konduktor AAAC 240 mm². Hasil evaluasi setelah pecah beban (periode 4 hingga 14 Januari 2026) menunjukkan bahwa pembebanan GDO09 turun menjadi 45 hingga 69%, sedangkan GDO07 meningkat menjadi 45–55%, dan keduanya berada dalam batas aman operasi. Dengan demikian, pecah beban yang didukung pembangunan 18 tiang jaringan baru mampu menyeimbangkan pembebanan antar penyulang, menurunkan risiko overload, serta meningkatkan fleksibilitas dan keandalan sistem distribusi tenaga listrik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pecah Beban Penyulang, keandalan, Jaringan Tegangan Menengah, perencanaan jaringan |
| Subjects: | Bidang Keilmuan > Electrical Engineering Skripsi Bidang Keilmuan > Teknik Elektro Tenaga Listrik Bidang Keilmuan > Tenaga Listrik |
| Divisions: | Vokasi > D3 Teknologi Listrik |
| Depositing User: | Mr Guntur Ranji Irawan |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 06:33 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 06:33 |
| URI: | https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/6089 |
