PENURUNAN KUAT HANTAR ARUS KABEL TANAH TEGANGAN RENDAH AKIBAT HARMONIK

PANJAITAN, ZEFANNYA and Rosid, Rosid (2011) PENURUNAN KUAT HANTAR ARUS KABEL TANAH TEGANGAN RENDAH AKIBAT HARMONIK. Diploma thesis, ITPLN.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (34kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN.pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (66kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (66kB)
[thumbnail of BAB 1,2,3,4,5.pdf] Text
BAB 1,2,3,4,5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar pustaka.pdf] Text
Daftar pustaka.pdf

Download (51kB)

Abstract

Sistem tenaga listrik di Indonesia didesain untuk bekerja pada frekuesi listrik 50 Hz. Namun meski sistem dirancang untuk bekerja pada gelombang sinusoidal, pada kenyataannya gelombang sinusoidal itu terdistorsi oleh gelombang harmonik.Gelombang harmonik ini merupakan gelombang sinusoidal yang frekuensinya lebih besar dari gelombang pada frkuensi dasar.Dengan adanya gelombang harmonik ini dapat mengakibatkan antara lain berkurangnya kuat hantar arus kabel dan gelombang harmonik itu akan menimbulkan rugi-rugi daya pada kabel bertambah besar dan suhu kabel meningkat. Setiap komponen pada sistem distribusi tenaga listrik dapat dipengaruhi oleh harmonik walaupun dengan akibat yang berbeda. Meski demikian, pengaruh distorsi harmonik pada komponen secara umum adalahpenurunan kinerja dan bahkan kerusakan. Oleh karena demikian perlu dilakukan pengamatan atas pengaruh distorsi harmonik pada kemampuan kabel dalam menyalurkan daya listrik,karena bila arus harmonik terlalu besar akan mengakibatkan panas berlebih dan akan menambah rugi-rugi, sehingga kemampuan kabel harus diturunkan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Skripsi
Bidang Keilmuan > Teknik Elektro
Divisions: Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan > S1 Teknik Elektro
Depositing User: Sudarman
Date Deposited: 13 Mar 2026 21:04
Last Modified: 13 Mar 2026 21:04
URI: https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/6286

Actions (login required)

View Item
View Item