Setiawan, Dwi Iwan and Qosim, Muchamad Nur (2026) PEMANFAATAN PLTS 100 Wp SEBAGAI SUMBER ENERGI PADA SISTEM MONITORING PENDETEKSI KEBOCORAN PIPA AIR BERBASIS IoT. Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.
Cover.pdf
Download (162kB)
Lembar Pengesahan.pdf
Download (381kB)
Abstrak.pdf
Download (207kB)
Bab I.pdf
Download (256kB)
Bab II.pdf
Download (845kB)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (635kB)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (703kB)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (196kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (178kB)
SKRIPSI 202211059 DWI IWAN SETIAWAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Ketersediaan sumber energi listrik menjadi kebutuhan penting dalam mendukung operasional sistem monitoring pendeteksi kebocoran pipa air berbasis Internet of Things (IoT). Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan dapat menjadi solusi untuk menyediakan suplai energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem suplai energi berbasis PLTS, mengimplementasikan PLTS sebagai sumber energi listrik pada sistem monitoring pendeteksi kebocoran pipa air, serta mengetahui kinerja sistem PLTS dalam memenuhi kebutuhan energi beban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Parameter yang diukur meliputi iradiasi matahari, tegangan, arus, daya, energi keluaran panel surya, energi pengisian baterai LiFePO₄ 12 V 27 Ah serta konsumsi energi beban. Data hasil pengukuran dianalisis untuk mengetahui kinerja sistem suplai energi dengan menggunakan sistem PLTS 100 Wp serta mengetahui kesesuaian kapasitas sistem PLTS terhadap kebutuhan energi. Hasil penelitian menunjukkan panel surya menghasilkan energi sebesar 312,14 Wh yang dipengaruhi oleh intensitas matahari, sedangkan energi yang disalurkan pada baterai sebesar 272,72 Wh dengan efisiensi pengisian 87,37%. Pada pengujian operasional sistem monitoring pendeteksi kebocoran pipa air, PLTS dapat menyuplai kebutuhan energi beban sebesar 59 Wh sehingga energi yang dihasilkan PLTS mampu memenuhi kebutuhan daya Prototipe. Pada pengujian operasi kontinu baterai dapat menyuplai beban selama 3 jam 45 menit dengan konsumsi energi 271,01 Wh hingga batas tegangan pada SCC yang diatur. Berdasarkan hasil tersebut, kapasitas panel surya 100 Wp dan baterai LiFePO₄ 12 V 27 Ah mampu mendukung operasional sistem monitoring pendeteksi kebocoran pipa air, namun diperlukan peningkatan kapasitas apabila sistem dioperasikan secara kontinu selama 24 jam.
Kata Kunci: Energi Terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Baterai, Sistem Monitoring, Kebocoran Pipa Air
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Energi Terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Baterai, Sistem Monitoring, Kebocoran Pipa Air |
| Subjects: | Bidang Keilmuan > Battery Bidang Keilmuan > Electrical Engineering Bidang Keilmuan > Energi Terbarukan Bidang Keilmuan > Lithium Battery Bidang Keilmuan > Off-grid Power System Bidang Keilmuan > Photovoltaic Bidang Keilmuan > Renewable Energy Skripsi Bidang Keilmuan > Solar Cell Bidang Keilmuan > Solar Power Plant Bidang Keilmuan > Teknik Elektro |
| Divisions: | Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Mr Dwi Iwan Setiawan |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:04 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:04 |
| URI: | https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/7114 |
