PERANCANGAN SISTEM PLTS ATAP HYBRID SEBAGAI SOLUSI PENYEDIAAN LISTRIK 24 JAM DI PULAU LEMUKUTAN KALIMANTAN BARAT BERBASIS HELIOSCOPE

Rakhman, Fa'iz Aulia and Listiawati, Dwi and Azzahra, Septianissa and Samsurizal, Samsurizal (2026) PERANCANGAN SISTEM PLTS ATAP HYBRID SEBAGAI SOLUSI PENYEDIAAN LISTRIK 24 JAM DI PULAU LEMUKUTAN KALIMANTAN BARAT BERBASIS HELIOSCOPE. Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (64kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan.pdf] Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (723kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (78kB)
[thumbnail of Bab I.pdf] Text
Bab I.pdf

Download (83kB)
[thumbnail of Bab II.pdf] Text
Bab II.pdf

Download (599kB)
[thumbnail of Bab III.pdf] Text
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (171kB)
[thumbnail of Bab IV.pdf] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (823kB)
[thumbnail of Bab V Kesimpulan.pdf] Text
Bab V Kesimpulan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (136kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (76kB)
[thumbnail of SKRIPSI_202215006_FA'IZ AULIA RAKHMAN.pdf] Text
SKRIPSI_202215006_FA'IZ AULIA RAKHMAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Pulau Lemukutan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, masih menghadapi keterbatasan pasokan energi listrik. Berdasarkan hasil survei lapangan, terdapat sekitar 365 pelanggan listrik dengan daya rata-rata 900 VA atau sekitar 0,4 kW per rumah, sehingga total kebutuhan daya mencapai sekitar 146 kW. Sistem kelistrikan yang ada saat ini bergantung pada tiga unit genset diesel berkapasitas 133 kW, 40 kW, dan 140 kW dengan total 313 kW. Namun, akibat efisiensi bahan bakar yang rendah dan waktu operasi yang terbatas, daya efektif yang tersuplai hanya sekitar 97 kW, sehingga listrik hanya beroperasi selama 12 jam, yaitu pukul 18.00 - 06.00. Distribusi energi dilakukan melalui tiga gardu dengan kapasitas masing-masing 100 kVA, 50 kVA, dan 25 kVA. Kondisi ini menyebabkan sering terjadi pemadaman listrik, pembatasan penggunaan daya, serta menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat. Saat ini, PLN mengoperasikan jaringan tegangan menengah sepanjang 6 km dan tegangan rendah sepanjang 8 km. Sementara itu, PLTS dapat dipasang lebih dekat ke beban dan beroperasi secara mandiri di luar sistem PLN karena ditempatkan sebelum kWh meter. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan simulasi perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Hybrid berbasis Helioscope. Sistem dirancang dengan menjadikan PLTS dan baterai sebagai sumber utama, sedangkan PLN berfungsi sebagai cadangan. Setiap klaster terdiri dari 3–5 rumah dengan panel surya 425 Wp × 8 unit (sekitar 3,4 kW) dan baterai 5 kWh yang mampu menyuplai energi selama enam jam sebelum beralih ke PLN. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem PLTS Atap Hybrid mampu menyediakan listrik selama 24 jam dengan proporsi pasokan energi sebesar 50% dari PLTS, 25% dari baterai, dan 25% dari PLN. Penerapan sistem ini dapat meningkatkan keandalan pasokan energi, mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, serta membantu PLN memperluas elektrifikasi dan mempercepat transisi energi bersih di wilayah terpencil.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Helioscope, Hibrida, PLTS Atap, Pulau Lemukutan
Subjects: Bidang Keilmuan > Battery Energy Storage System
Bidang Keilmuan > Energi Terbarukan
Bidang Keilmuan > Energi dan Ketenagalistrikan
Bidang Keilmuan > Energy
Skripsi
Divisions: Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan > S1 Teknik Sistem Energi
Depositing User: mr Aulia Rakhman Fa'iz
Date Deposited: 05 Mar 2026 03:16
Last Modified: 05 Mar 2026 03:16
URI: https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/5678

Actions (login required)

View Item
View Item