SMART PLTS COOLING HYBRID BERBASIS IOT

Mursalat, Torino Tri and Sonata, Kartiria (2026) SMART PLTS COOLING HYBRID BERBASIS IOT. Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (13kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN.pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (210kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (132kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (11kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (293kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (102kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (368kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (135kB)
[thumbnail of SKRIPSI 202111028 TORINO TRI MURSALAT.pdf] Text
SKRIPSI 202111028 TORINO TRI MURSALAT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Peningkatan temperatur pada panel surya merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan efisiensi konversi energi listrik pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Semakin tinggi suhu permukaan panel, semakin besar penurunan tegangan dan daya keluaran yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pendingin hybrid berbasis Internet of Things (IoT) pada panel surya skala prototipe untuk mengendalikan suhu kerja panel serta memantau pengaruhnya terhadap kinerja keluaran listrik. Sistem pendingin yang dikembangkan merupakan kombinasi pendinginan aktif dan konduktif yang terdiri dari modul thermoelectric (Peltier), heatsink, kipas, waterblock, sirkulasi cairan pendingin, serta plat tembaga sebagai penyebar panas pada sisi bawah panel. Sistem monitoring menggunakan mikrokontroler terintegrasi WiFi yang terhubung ke website sebagai media pemantauan real-time dan pencatat data (data logger). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pendingin hybrid mampu menjaga suhu panel lebih rendah dibandingkan sistem konvensional dengan selisih temperatur rata-rata sekitar 4–6°C pada kondisi irradiance tinggi. Pada kondisi daya maksimum, sistem konvensional mencapai daya puncak sebesar 5,10 W pada suhu sekitar 42°C, sedangkan sistem pendingin Peltier mencapai daya maksimum yang sama sebesar 5,10 W pada suhu yang lebih rendah, yaitu sekitar 35,5°C. Selain itu, pada rentang irradiance yang relatif setara, sistem Peltier menunjukkan kestabilan daya yang lebih baik dengan temperatur operasi yang lebih rendah dibandingkan sistem konvensional. Hasil ini menunjukkan bahwa pendinginan hybrid berbasis IoT mampu meningkatkan stabilitas operasional dan menjaga performa konversi energi panel surya.

Kata kunci: PLTS, pendingin hybrid, Peltier, IoT, monitoring suhu, efisiensi panel surya

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: PLTS, pendingin hybrid, Peltier, IoT, monitoring suhu, efisiensi panel surya
Subjects: Bidang Keilmuan > Electrical Engineering
Skripsi
Bidang Keilmuan > Teknik Elektro
Divisions: Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan > S1 Teknik Elektro
Depositing User: Mr Torino Tri Mursalat
Date Deposited: 05 Mar 2026 06:11
Last Modified: 05 Mar 2026 06:11
URI: https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/5730

Actions (login required)

View Item
View Item