PENANGANAN BEBAN BERLEBIH PADA GARDU DISTRIBUSI SML-021 MENGGUNAKAN METODE PECAH BEBAN DI PT PLN (Persero) UP3 LHOKSEUMAWE ULP SAMALANGA

Fakhrurrazi, Sayed (2026) PENANGANAN BEBAN BERLEBIH PADA GARDU DISTRIBUSI SML-021 MENGGUNAKAN METODE PECAH BEBAN DI PT PLN (Persero) UP3 LHOKSEUMAWE ULP SAMALANGA. Diploma thesis, Institut Teknologi PLN.

[thumbnail of 1.COVER TA.PDF] Text
1.COVER TA.PDF

Download (7MB)
[thumbnail of 2.Pengesahan TA.pdf] Text
2.Pengesahan TA.pdf

Download (63kB)
[thumbnail of 3.Pengesahan penguji(2).pdf] Text
3.Pengesahan penguji(2).pdf

Download (92kB)
[thumbnail of 4.Abstrak.pdf] Text
4.Abstrak.pdf

Download (613kB)
[thumbnail of 5.BAB I.pdf] Text
5.BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 6.BAB II.pdf] Text
6.BAB II.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of 7.BAB III.pdf] Text
7.BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of 8.BAB IV.pdf] Text
8.BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[thumbnail of 9.BAB V.pdf] Text
9.BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (361kB)
[thumbnail of 10.DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
10.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (701kB)

Abstract

Peningkatan jumlah pelanggan dan konsumsi energi listrik pada wilayah pelayanan
PT PLN (Persero) ULP Samalanga menyebabkan terjadinya peningkatan pembebanan pada
transformator distribusi, khususnya pada Gardu Distribusi SML-021. Kondisi pembebanan
yang tinggi dapat menimbulkan beban berlebih (overload) yang berdampak pada
meningkatnya suhu belitan transformator, percepatan, bertambahnya rugi-rugi daya, serta
menurunnya keandalan sistem distribusi tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis penyebab terjadinya beban berlebih, mengevaluasi kondisi pembebanan
transformator sebelum dan sesudah penerapan metode pecah beban, serta menilai efektivitas
metode tersebut dalam meningkatkan kemampuan jaringan tegangan rendah. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengukuran arus
dan tegangan pada sisi sekunder transformator saat beban puncak, kemudian menghitung
daya semu dan persentase pembebanan berdasarkan kapasitas nominal transformator. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pecah beban pada gardu SML-021,
transformator berkapasitas 100 kVA mengalami pembebanan sebesar 93,69%, melebihi batas
pembebanan 80% yang direkomendasikan praktisi lapangan karena dari standard
SPLN.D3.002 lebih mengutamakan kemampuan trafo. Setelah dilakukan pemindahan
sebagian beban ke Gardu SML-057, pembebanan pada SML-021 menurun menjadi 63,48%,
sedangkan pembebanan pada SML-057 meningkat menjadi 62,46%, dan keduanya berada
dalam batas operasi normal. Berdasarkan hasil tersebut, metode pecah beban terbukti efektif
dalam menurunkan pembebanan transformator, serta meningkatkan keandalan sistem
distribusi tenaga listrik secara keseluruhan.
Kata kunci: beban berlebih, pembebanan, pecah beban, transformator distribusi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: beban berlebih, pembebanan, pecah beban, transformator distribusi.
Subjects: Bidang Keilmuan > Electrical Breakdown
Skripsi
Divisions: Vokasi > D3 Teknologi Listrik
Depositing User: Mr Sayed Fakhrurrazi
Date Deposited: 07 Mar 2026 22:56
Last Modified: 07 Mar 2026 22:56
URI: https://repository.itpln.ac.id/id/eprint/6028

Actions (login required)

View Item
View Item